Hello

My Photo
am a woman, daddy's littlegirl, a dreamer, a hard worker, a perfectionist, a future teacher and I proud of it. what about you?

Viewers

Great Followers

Friday, October 28, 2011

APA, MENGAPA, dan BAGAIMANA?

Sebagai warganegara yang baik, tentunya kita akan selalu mengemban pendidikan kewarganegaraan dalam setiap bidang keilmuan.Berbagai ilmu yang telah kita emban dari pendidikan kewarganegaraan tersebut tentu harus selalu kita implikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pada jenjang perguruan tinggi itu sendiri pendidikan kewarganegaraan menjadi mata kuliah dasar umum (MKDU) dimana matakuliah ini menjadi salah satu aspek pengembangan kepribadian mahasiswa. Untuk lebih mengetahui dan memahami mengenai Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri beserta kaitannya dengan Mata Kuliah Dasar Umum disini kita akan sedikit mengulasnya :


1.      Apa, mengapa dan bagaimana MKDU dan Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi?

Apa ?
MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum) merupakan mata kuliah terpadu yang ditujukan untuk mengembangkan aspek kepribadian mahasiswa. MKDU merupakan ground norm atau nilai dasar bagi mata kuliah lainnya.

Sedangkan, PKN merupakan bagian intergral dari MKDU yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dengan matakuliah lainnya. Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) merupakan upaya sadar dan terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela negara, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara.

Mengapa ?
MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum) ada di Perguruan Tinggi karena untuk memberikan pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampu berpikir secara interdisipliner dan mampu memahami pikiran para ahli berbagai ilmu pengetahuan, sehingga dengan demikian memudahkan mereka untuk berkomunikasi.

Sedangkan PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) disebabkan karena setiap warga negara harus mengembangkan warganegaranya yang berintelegent dan untuk mewujudkan warga negara sadar bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.


Bagaimana?
MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum) di Perguruan Tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Negri biasanya dikontrak oleh mahasiswa pada semester-semester awal dan MKDU ini juga merupakan mata kuliah yang wajib dikontrak oleh semua mahasiswa. Selain itu, MKDU juga terdiri dari 7 mata kuliah dengan jumlah sks sebanyak 14 sks dan salah satu mata kuliah tersebut yaitu Pendidikan Kewarganegaraan.

Sedangkan Penyelenggaraan PKN (pendidikan kewarganegaraan) dilakukan secara nasional oleh pemerintah, pemerintah daerah, lembaga masyarakat, dan swasta. Seperti yang tertera dalam Undang-undang dibawah ini:

Pasal 6
- Pemerintah menentapkan kebijakan umum yang meliputi penyusunan standar isi, standar kompetensi,     standar proses dan kewenangan-kewenangan penyelenggaraan Pendidikan Kewarganegaraan. 
Kebijakan umum sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Presiden. 

Pasal 7 
- Standar isi pendidikan kewarganegaraan adalah pengembangan :
1.      Nilai-nilai cinta tanah air
2.      Kesadaran berbangsa dan bernegara
3.      Keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi Negara
4.      Nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia dan lingkungan hidup
5.      Kerelaan berkorban untuk masyarakat, bangsa, dan Negara
6.      Kemampuan awal bela negara. 

    Pengembangan standar isi pendidikan kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dijabarkan dalam rambu-rambu materi pendidikan kewarganegaraan. Rambu-rambu materi pendidikan kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi materi dan kegiatan bersifat fisik dan nonfisik Pengembangan rambu-rambu materi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri sesuai lingkup penyelenggara Pendidikan Kewarganegaraan.

2.      Apa maksud dan tujuan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai : 

- Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Politik 
      Seperti yang telah kita ketahui bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu bidang kajian ilmiah pendidikan disiplin ilmu social yang diantaranya adalah Pendidikan Politik. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Ilmu Politik ini memiliki maksud dan tujuan untuk memberikan pendidikan kepada warganegara atau masyarakat suatu bangsa agar mereka mengetahui atau memahami akan ilmu politik atau dalam kata lain “melek politik. 
 
     -Pendidikan Kewarganegaraan sebagaiPendidikan Demokrasi 
   Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Demokrasi ini memiliki maksud dan tujuan untuk menciptakan individu atau manusia  atau warganegara atau masyarakat yang demokratis. Terlebih lagi pada Negara kita yang menganut sistem demokrasi, maka Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Demokrasi ini sangat penting untuk dipahami oleh semua elemen masyarakatnya agar tercipta sebuah demokrasi yang baik.

c.       Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Hukum
Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Hukum ini memiliki maksud dan tujuan tentunya untuk menciptakan manusia atau masyarakat yang sadar akan hukum. Dan tentunya, Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Hukum ini merupakan alat untuk menjadikan Negara yang damai dan berprilaku benar.

d.      Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Nilai/Moral
Selain Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Hukum yang bertujuan untuk menciptakan Negara yang damai, pendidkan kewarganegaraan sebagai Pendidikan Nilai/Moral juga tak kalah pentingnya. Karena, Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Nilai/moral ini memiliki maksud dan tujuan untuk menciptakan warganegara yang memiliki moral yang sesuai dengan sosial dan agama agar masyarakat dalam suatu bangsa atau Negara tersebut memiliki moral yang baik sehingga menciptakan Negara yang berbudi pekerti dan tentunya masyarakat atau manusia yang bermoral baik.

e.       Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter
Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter ini memiliki maksud dan tujuan untuk menciptakan warganegara yang memiliki 4 karakter yaitu :
1.      Jujur
2.      Adil
3.      Peduli
4.      Tangguh
Sehingga empat karakter yang menjadi tujuan dan maksud dari Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter ini bisa menjadi acuan atau titik awal agar terciptanya manusia yang memiliki kompetensi yang baik

3.      Kemukakan Pemahaman anda tentang :
a.      Filsafat
Seperti yang telah kita ketahui bahwa secara etimologis Secara etimologi, kata falsafah berasal dari bahasa Yunani yaitu phiilosophia: philo atau  philos atau philein yang artinya cinta atau pecinta atau mencintai dan Sophia yang berarti kebijakan atau wisdom atau kearifan atau hikmah atau hakikat kebenaran. Jadi secara etimologi filsafat merupakan cinta kepada kebijaksanaan.

Dilihat dari pengertian filsafat secara etimologis tersebut, pemahaman saya mengenai pengertian filsafat itu sendiri bahwa filsafat merupakan hakikat kebenaran yang bertolak pada cinta dan kebijaksanaan. Dalam kata lain filsafat merupakan proses perenungan atau berpikir secara mendalam terhadap suatu hal secara metodik, sistematis, menyeluruh dan universal untuk mencari hakikat dari suatu hal..

b.      Filsafat Pancasila
Pemahaman saya mengenai Filsafat Pancasila adalah bahwa filsafat pancasila merupakan refleksi kritis dan rasional mengenai Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara serta kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya secara mendasar dan menyeluruh.

c.       Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Seperti yang telah kita ketahui bahwa manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan, dalam perjuangan untuk mencapai kehidupan yang lebih sempurna senantiasa memerlukan nilai-nilai luhur yang dijunjungnya sebagai suatu pandangan hidup. Nilai-nilai luhur itu sendiri merupakan suatu tolok ukur kebaikan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat mendasar dan abadi dalam hidup manusia, seperti cita-cita yang hendak dicapainya dalam hidup manusia.

Begitu juga dengan bangsa tentunya sebuah bangsa memerlukan nilai-nilai luhur yang dijunjung sebagai suatu pandangan hidup, dan proses perumusan pandangan hidup suatu bangsa tersebut dirumuskan dari pandangan hidup masyarakat yang dituangkan dan dilembagakan menjadi pandangan hidup bangsa yang disebut sebagai ideologi bangsa (nasional).

Selanjutnya pandangan hidup bangsa dituangkan dan dilembagakan menjadi pandangan hidup negara yang disebut sebagai ideologi negara. Transformasi pandangan hidup masyarakat menjadi pandangan hidup bangsa dan akhirnya menjadi pandangan dasar negara juga terjadi pada pandangan hidup Pancasila. Pancasila sebelum dirumuskan menjadi dasar negara dan ideologi negara, nilai-nilainya telah terdapat pada bangsa Indonesia dalam adat istiadat, budaya serta dalam agama-agama sebagai pandangan hidup masyarakat Indonesia.

Maka pancasila ini merupakan acuan bangsa Indonesia untuk dijadikan pegangan dan pedoman bagaimana mengenal dan memecahkan berbagai masalah politik, sosial budaya, ekonomi, hukum, hankam dan persoalan lainnya dalam gerak masyarakat yang semakin maju.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa ini juga merupakan suatu kristalisasi dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia, maka pandangan hidup tersebut dijunjung tinggi oleh warganya karena pandangan hidup Pancasila berakar pada budaya dan pandangan hidup masyarakat. Dengan demikian pandangan hidup Pancasila bagi bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika harus merupakan asas pemersatu bangsa sehingga tidak boleh mematikan keanekaragaman.

d.      Pancasila sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia berarti Pancasila dijadikan dasar dalam berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengatur penyelenggaran pemerintahan Negara. Selain itu, dari aspek hukum ketatanegaraan Indonesia, Pancasila sebagai dasar Negara pada hakikatnya mengandung pengertian sebagai sumber dari segala sumber hukum. Terlebih lagi seperti yang telah kita ketahui bahwa kelima prinsip Pancasila menunjukan ide-ide fundamental mengenai manusia dan seluruh realitas, yang diyakini kebenarannya oleh bangsa Indonesia dan bersumber pada watak dan kebudayaan bangsa Indonesia sehingga Pancasila ini tentunya dijadikan Dasar Negara Republik Indonesia.

e.       Pancasila sebagai Ideologi Nasional
Ideologi merupakan suatu kumpulan gagasan, ide, keyakinan serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang mengarahkan tingkah laku dalam berbagai bidang kehidupan seperti, bidang politik, bidang social, bidang kebudayaan dan bidang keagamaan.
Gagasan mengenai Pancasila sebagai ideologi terbuka mulai berkembang sejak tahun 1985. Sebagai ideologi, Pancasila menjadi pedoman dan acuan kita dalam menjalankan aktivitas di segala bidang, sehingga sifatnya harus terbuka, luwes dan fleksibel dan tidak tertutup, kaku yang membuatnya ketinggalan jaman. Selain itu, Pancasila sebagai ideologi terbuka juga merupakan ideologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman tanpa mengubah nilai dasarnya.

4.      Apa, mengapa, dan bagaimana Identitas Nasional ?

Apa ?
Identitas berarti ciri-ciri, sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga menunjukkan suatu keunikkannya serta membedakannya dengan hal-hal lain. Nasional berasal dari kata nasion yang memiliki arti bangsa, menunjukkan kesatuan komunitas sosio-kultural tertentu yang memiliki semangat, cita-cita, tujuan serta ideologi bersama. Jadi dapat kita tarik kesimpulan bahwa Identitas Nasional merupakan ciri-ciri atau sifat-sifat khas suatu bangsa yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Identitas nasional suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dengan jati diri suatu bangsa atau kepribadian suatu bangsa

Sedangkan Identitas Nasional Indonesia meliputi segenap yang dimiliki bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain seperti kondisi geografis, sumber kekayaan alam Indonesia, demografi atau kependudukan Indonesia, ideologi dan agama, politik Negara, ekonomi, dan pertahanan keamanan.

Mengapa?
Adanya identitas nasional karena ada beberapa faktor pendukung lahirnya identitas nasional yaitu faktor subjektif dan faktor objektif, faktor primer, mencakup etnisitas, territorial, bahasa, agama, dan yang sejenisnya. Faktor pendorong, meliputi pembangunan komunikasi dan teknologi, lahirnya angkatan bersenjata modern dan pembangunan lainnya dalam kehidupan bernegara. Faktor penarik, mencakup modifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi, tumbuhnya birokrasi, dan pemantapan sistem pendidikan nasional. Faktor reaktif, pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia yang telah berkembang dari masa sebelum bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain. 

Bagaimana?
Identitas nasional diperlukan dalam interaksi karena di dalam setiap interaksi para pelaku interaksi mengambil suatu posisi dan berdasarkan posisi tersebut para pelaku menjalankan peranan-peranannya sesuai dengan corak interaksi yang berlangsung, maka dalam berinteraksi seorang berpedoman kepada kebudayaannya. Jika kebudayaan di katakan bagian dari identitas nasional maka kebudayaan itu juga dapat dijadikan pedoman bagi manusia untuk berbuat dan bertingkah laku.

5.      Anda jelaskan Negara dan Konstitusi, serta bagaimana hubungannya!

Negara merupakan suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang secara bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu dan mengakui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamataan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut. Sedangkan, konstitusi dalam arti luas merupakan Hukum Tata Negara, yaitu keseluruan aturan dan ketentuan (hukum) yang menggambarkan sistem ketatanegaraan suatu negara. Dan dalam arti sempit konstitusi  berarti Undang-Undang Dasar, yaitu satu atau beberapa dokumen yang memuat aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang bersifat pokok. Dalam kata lain konstitusi merupakan aturan dasar mengenai ketatanegaraan. Hubungan konstitusi dengan Negara itu sendiri yaitu bahwa konstitusi berkedudukan sebagai hukum dasar dan sekaligus hukum tertinggi dalam suatu negara. Konstitusi menjadi dasar dan sumber bagi peraturan perundangan lain yang ada dalam suatu negara. Konstitusi ini berkedudukan paling tinggi dalam tata urutan peraturan perundangan satu negara.

6.      Apa, mengapa dan bagaimana UUD NRI Tahun 1945?

Apa ?
UUD adalah naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan tersebut. Setiap UUD memuat ketentuan-ketentuan organisasi negara, hak-hak asasi manusia, prosedur mengubah UUD, serta memuat larangan untuk mengubah sifat tertentu dari UUD. UUD juga mencakup pengaturan sistem pemerintah negara, hubungn negara dengan warga negara dan penduduknya, serta berisi konsepsi negara dalam berbagai bidang kehidupan ke arah mencapai cita-cita Nasional Indonsia.

Mengapa ?
Pembukaan UUD 1945 yang dirumuskan secara padat dan khidmat dalam 4 alinea mengandung makna yang sangat dasar dan mengandung nilai-nilai universal dan lestari. Karena UUD mengandung nilai-nilai yang di junjung tinggi oleh bangsa-bangsa beradab di seluruh muka bumi. menampung dinamika masyarakat dan akan tetap menjadi landasan perjuangan bangsa dan negara selama bangsa Indonesia setia kepda negara Proklamasi 17 agustus 1945. Oleh karena itu UUD merupakan salah satu landasan bangsa Indonesia terlebih lagi dala Pembukaan Undang-undang Dasar.

Bagaimana ?
Dalam pembukaan terkandung empat pokok pikiran (yaitu persatuan, keadilan sosial, kedaulatan rakyat, ketuhanan yang maha esa) yang di jabarkan lebih lanjut di dalam pasal-pasal batang tubuh UUD 1945 yang merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Namun demikian antara pembukaan dengan batang tubuh UUD 1945 keduanya mempunyai kedudukan hukum yang berbeda, karena batang tubuh UUD 1945 dapat di ubah MPR melalui aturan Pasal 37 UUD 1945, sedangkan pembukaan UUD 1945 tidak dapat di ubah oleh sipapun trmasuk MPR dan hasil pemilu.


7.      Apa, mengapa HAM dan implementasinya di Indonesia ?

Apa ?
Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang dimiliki oleh setiap umat manusia sejak terlahir di dunia. Hak tersebut menyatu dalam diri seseorang tanpa mengenal bangsa, warna kulit, agama, afiliasi politik dan lain-lainnya. Semua orang terlahir dengan hak yang sama sama tanpa pengecualian.

Mengapa?
Kesadaran akan pentingnya HAM dalam wacana global muncul bersamaan dengan kesadaran akan pentingnya menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan (human centred development). Konsep HAM berakar pada penghargaan terhadap manusia sebagai makhluk berharga dan bermartabat. Konsep HAM menempatkan manusia sebagai subjek bukan objek, dan memandang manusia sebagai makhluk yang dihargai dan dihormati tanpa membedakan ras, warna kulit, jenis kelamin, jenis gender, suku bangsa, bahasa maupun agamanya.   

Diawali dengan terjadinya peristiwa diberbagai negara tentang pelanggaran hak-hak yang dimiliki manusia seperti peristiwa di Inggris Raja John Lackland yang bertindak sewenang–wenang terhadap rakyat dan para bangsawan juga peristiwa lainnya di berbagai negara yang tidak menghormati hak asasi manusia. Dengan adanya berbagai pelanggaran HAM membawa sebuah tuntutan moral tentang bagaimana seharusnya manusia memperlakukan sesama manusia. Oleh karena itu Hak Asasi Manusia harus diperjuangkan mengingat HAM mengajarkan prinsip persamaan dan kebebasan manusia sehingga tidak boleh ada diskriminasi, eksploitasi dan kekerasan terhadap manusia dalam bentuk apapun dan juga tidak boleh ada pembatasan dan pengekangan apapun terhadap kebebasan dasar manusia.  

Bagaimana implementasi HAM di Indonesia?
Negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrati melekat dan tidak terpisah dari manusia yang harus dilindungi, dihormati, dan ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusiaan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecerdasan serta keadilan.
Berbagai instrumen hak asasi manusia yang dimiliki Negara Republik Indonesia,yakni:
Undang – Undang Dasar 1945
Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia
Undang – Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia       

HAM di Indonesia kelihatannya masih buram walau secercah harapan sebenarnya telah tergoreskan secara pasti dalam konstitusi yang menyiratkan bahwa HAM tersurat dan menjadi ketentuan hukum yang kuat dan mengikat bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa diskriminasi. Namun dalam tataran implementasi hukumnya sudah sangat baik, tetapi pelaksanaannya masih sangat jauh dari harapan. Korban-korban HAM masih terus bertambah, berbagai kasus HAM tidak terselesaikan secara tuntas. Selain itu, sebagai implementasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, pemerintah membentuk sebuah Komisi sebagai perlindungan HAM. Yaitu Komnas HAM. Meskipun pada pelaksanaannya Komnas HAM ini belum berjalan secara maksimal. 


uuuuuu, asik banget kan soalnya sepele sih tapi tetep aja bikin otak gue berdarah-darah.
haaaaah paling tidak satu tugas gue sudah terselesaikan~

0 Comment: